Baca Juga
Kebaikan Mahasiswa Bantu Manula
Penjaga Kebersihan, Bikin Haru
Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Kita akan dapat
membina hubungan baik dengan semua orang. Ada rasa kebahagiaan yang tak
terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Kebaikan
itu bisa datang dari dan kepada siapa saja. Salah satu kisah itu terjadi kepada seorang pekerja
sanitasi universitas di China.
Kisah itu bermula ketika, pekerja sanitasi di Universitas
Sinchuan bernama Ren Xingyu, 63 tahun, kehilangan telepon genggamnya saat
berada di jalanan. Beberapa mahasiswa Universitas Nanchong China West Normal
berusaha membantu.
Para mahasiswa itu kemudian menyebar poster dan pengumuman
melalui media sosial. Tetapi, ponsel Ren belum juga ditemukan.
Ketika usaha itu hampir musnah, seorang mahasiswi membuka
penggalangan dana untuk membeli telepon baru bagi Ren.
Dalam waktu empat jam mahasiswi itu berhasil
mengumpulkan donasi total 817,24 yuan, setara Rp158 ribu. Bahkan, toko tempat
membeli ponsel untuk Ren turut memberi sumbangan. Mereka memberi diskon sebesar
100 yuan setara Rp193 ribu.
Ren sempat menolak donasi ponsel itu. Dia
beralasan para mahasiswa itu belum dapat menghasilkan uang. Para mahasiswa pun akhirnya
berbohong. Mereka mengatakan, ponsel tersebut merupakan 'hadiah dari operator
seluler'.
Tindakan itu telah menjadi viral di media
sosial China dan memberi harapan mengenai masa depan China. Sebab, saat ini di
Negeri Tirai Bambu itu terus terjadi kesenjangan kekayaan ekonomi yang tinggi.
Semoga Ren mampu juga menerima
kebohongan kecil yang dibuat para mahasiswa.
Kebaikan Mahasiswa Bantu Manula Penjaga Kebersihan, Bikin Haru
4/
5
Oleh
Unknown

