Baca Juga
Mainan
Ini Lagi Populer, Ingin Tahu Penciptanya?
Mungkin belakangan kamu sering melihat mainan unik ini berseliweran di media sosial. Tapi sebenarnya, apa sih benda yang satu ini dan bagaimana memainkannya?
Bentuk mainan itu sederhana, menyerupai
baling-baling kapal. Cara memainkannya sangat sederhana. Cukup menjepit bagian
tengah dengan jari telunjuk dan ibu jari, serta memutarnya.
Nama mainan itu ialah Fidget
Spinners. Permainan ini sedang digandrungi banyak anak di dunia. Sebab Fidget
Spinner bukan sekadar mainan, tetapi juga dipercaya mampu meningkatkan fokus
seseorang.
Menurut pengelola Toys R Us,
Justine Pryce, mainan Fidget Spinners telah menjadi kegemaran anak-anak di
Inggris. Saking larisnya, beberapa toko waralaba mainan bahkan harus menyetok
ulang mainan itu.
Shanny Khan, menjadi orang pertama yang
menjual mainan tersebut. Menurutnya, seorang pembeli rela menempuh perjalanan
63 kilometer dan merogoh kocek Rp1,7 juta. Dia memasang iklan di halaman
Facebook. Dia kaget saat jumlah pelanggan begitu membludak. Dia kewalahan dan
tidak dapat mengikuti pesanannya.
Fidgets sangat populer dan berhasil menjadi
pemintal uang yang sangat besar bagi produsennya. Tetapi, kesuksesan Fidget
Spinners tidak membuat penemunya, kaya. Siapakah dia?
Yup, dia Catherine Hettinger. Wanita 62 tahun yang pernah menjadi orang
kaya. Namun, roda kehidupan berputar. Perempuan asal California, Amerika
Serikat itu kini justru mengalami kesulitan finansial.
Hak paten Chaterine pada mainan yang
diciptakannya berakhir sejak 2005. Sebab, Chaterine tidak mampu membayar
perpanjangan hak paten senilai 310 poundsterling, atau setara Rp5,3 juta.
Dengan berakhirnya masa hak paten itu,
perusahaan lain kemudian diizinkan untuk menyalin penemuannya. Chaterine
sebetulnya pernah didekati perusahaan mainan Hasbro untuk menjual hak patennya.
Tetapi, dia menolak tawaran itu.
Chaterine menciptakan Fidget Spinners untuk
membantu anak-anak yang memiliki kekurangan dalam memfokuskan sesuatu.
Menurut Chaterine, ide awal Fidget
Spinner karena kegelisahannya setelah melihat anak-anak penderita
Attention-deficit / hyperactivity disorder atau ADHD. Di 1980-an dia melihat
anak-anak ADHD yang menggunakan batu lunak untuk meningkatkan konsentrasi
justru digunakan untuk melempar batu kepada seorang perwira polisi. Menurut
anak-anak tersebut ini sebagai cara untuk mempromosikan perdamaian.
Meski dipercaya dapat meningkatkan fokus pada
penderita ADHD, namun sebagian psikolog tidak begitu meyakini keunggulan Fidget
Spinner. Kegunaan alat ini pun masih terus diteliti.
Mainan Ini Lagi Populer, Ingin Tahu Penciptanya?
4/
5
Oleh
Unknown

