Baca Juga
Bagi kebanyakan kita, Lapas
seringkali memang kita pandang sebelah mata. Kita anggap mereka hanyalah
kumpulan orang-orang yang terkutuk. Hingga tak terbersit sedikit pun hasrat
untuk menaruh kepedulian pada mereka. Padahal mungkin ada di antara mereka yang
sebenarnya bukan orang yang bersalah, atau mereka melakukan kesalahan karena
kondisi. Atau jika memang ada di antara mereka yang benar-benar bersalah, bisa
jadi karena mereka selama ini tidak mendapat sentuhan dakwah yang memadai.
Ranu Muda Adi Nugroho, selama ini dikenal sebagai jurnalis
Panjimas.com, yang melakukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui tulisan
Tak disangka, dakwah bil qalam, yang
dilakukannya selama ini, harus berujung penangkapan dan kini mendekam di balik
terali besi.
Ranu tak
menyerah. Selain memperjuangkan hak-haknya di pengadilan, ia juga tak berhenti
berdakwah. Meski raganya dipenjara di hotel prodeo, hal itu tak menghalanginya
untuk istiqomah dalam berdakwah. Ranu pun memanfaatkan Lapas Kedung Pane, yang
dihuninya kini, sebagai ladang dakwah menebar kebaikan.
Selain menulis
sebuah buku yang menceritakan aktivitasnya sebagai jurnalis, Ranu juga
menggelar majelis ta’lim yang diikuti narapidana di Kedung Pane. Meski ia bukan
Ustadz Kondang dan majelis ta’limnya itu hanya sederhana, setidaknya ia bisa
mengisi waktu selama di dalam penjara, dengan terus beramal shalih. Ranu
menyebutkan, salah satu santrinya itu adalah seorang muallaf.
“Ada tiga napi
yang saat ini belajar Al Quran. Jika tak ada jadwal sidang, mereka belajar di
kamar saya,” ujarnya usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jalan
Siliwangi 512, Semarang, Jawa Tengah.
Ranu
mengungkapkan, ada napi seorang mualaf yang tertarik pada Islam hingga meminta
Ranu mengajarkan kebiasaan seorang muslim.
Anggota JITU
(Jurnalis Islam Bersatu) ini memang sudah dikenal masyarakat khususnya tetangga
sekitar rumah Ranu di Solo, sebagai aktivis masjid.
“Salah satu dari
napi tersebut adalah seorang mualaf. Ia tertarik dengan Islam dan setiap hari
kita belajar bersama. Mulai belajar shalat beserta bacaannya dan juga belajar
Iqra,” ucapnya.
Melalui cara
inilah Ranu Muda berharap agar para napi ke depan lebih mengenal agama Islam
dengan baik. Dan jika sudah keluar dia berharap muallaf dan muslim binaannya
akan tersadar dan menjadi muslim seutuhnya.
“Semoga mereka
yang diberi hidayah Islam menjadi muslim kaffah dan menegakkan Islam, meski resiko di
depan mata,” pungkasnya.
MASYAALLAH! Sel Penjara Diubah Jadi Ladang Dakwah, Malah Seperti ini Jadinya...
4/
5
Oleh
Unknown
