Baca Juga
Luar Biasa!! Bunga Kertas Tanda Cinta Nenek 95 Tahun
kepada Anak Autis Bernilai Ratusan Juta Rupiah!
Cerita inspiratif ini membuktikan bahwa berapa pun usia
kalian, kesempatan untuk membantu sesama akan selalu ada. Usia memang bukan
batasan untuk berkarya. Itulah yang ditunjukkan oleh nenek Lian Mee Lun dari
Penang, Malaysia.
Melansir dari The Star oleh World
of Buzz, nenek usia 95 tahun ini masih aktif membuat bunga kertas. Memotong
dan membentuk kertas-kertas itu menjadi rangkaian bunga adalah hobi Liang. Di
usianya yang sudah lanjut, Liang memang banyak menghabiskan waktu untuk
melakukan hobinya.
Tak main-main, berkat buah karyanya, wanita ini bisa menabung
hingga ratusan juta rupiah. Dibantu oleh anak perempuannya, Liang memajang dan
menjual bunga-bunga kertas itu kepada masyarakat umum.
Bakat Liang membuat bunga kertas sudah ada sejak usia 15
tahun. Saat duduk di bangku SMA, sekolah Liang yang berada di Sinagpura
mewajibkan siswanya belajar membuat bunga kertas.
"Saya belajar membuat bunga kertas saat berusia 15 tahun
saat belajar di Nanyang Girls High School di Singapura."
"Semua orang harus
melakukannya. Itu adalah bagian dari kurikulum tambahan kami," ujar Liang.
Kebetulan, wanita ini menikmati kegiatan seni tersebut. Kini
kelihaian Liang dalam membuat bunga kertas tampaknya sudah tak diragukan lagi. Hal
tersebut terbukti dari bunga-bunganya yang kerap laris terjual.
Mulanya, Liang dan putrinya hanya menjual 10 karangan bunga
untuk disumbangkan ke Asosiasi Sumber Daya dan Pendidikan Anak Autis (REACh) di
bukit Gelugor. Lantaran dagangan mereka selalu habis terjual, putri Liang
berinisiatif untuk melakukan penjualan via media sosial.
Tanpa terasa Liang telah mengumpulkan uang RM 53000 ata
setara dengan Rp 165 juta. Masih seperti tujuan
awal, uang ini diserahkan Liang kepada REACh yang saat itu memang membutuhkan
dana.
Menurut sang anak, Liang memang kerap menghabiskan waktu
untuk membuat bunga setiap mengunjungi kesebelas anaknya yang berada di Penang,
Johor, Malaka, Kuala Lumpur, dan Singapura.
Anaknya juga mengatakan, Liang mulai menjalani hobinya
kembali sejak 25 tahun silam semenjak ayah mereka meninggal dunia.
"Dia sibuk membesarkan kita, sehingga tidak punya waktu
sama sekali untuk hobi semacam itu. Belakangan, dia menghabiskan beberapa jam
sehari untuk membuat bunga kertas. Dia sangat rapi dan menyimpan semua bahan
kerajinannya di kotak di bawah meja," ujar anak Liang.
Kepada media, Liang mengaku memerlukan waktu 30 menit untuk
membuat setangkai bunga kertas. Anak-anak Liang pun merasa senang ketika
melihat sang ibu membuat bunga. Bukan sekedar membuat prakarya, Liang melakukan
kegiatan ini dengan penuh ketenangan.
"Cukup menenangkan melihatnya membuat bunga," kata
anaknya lagi.
Kini, bunga-bunga Liang yang telah banyak dikenal publik
seringkali menghiasi berbagai acara-acara resmi seperti pernikahan. Berkat
karya Liang yang sederhana, pusat pendidikan anak Autis di Malaysia dapat
melanjutkan misi mereka merawat anak-anak berkebutuhan khusus.
Sumber:
Tribunwow
Luar Biasa!! Bunga Kertas Tanda Cinta Nenek 95 Tahun kepada Anak Autis Bernilai Ratusan Juta Rupiah!
4/
5
Oleh
Unknown
