Baca Juga
Pernahkah
kamu menghadiri sebuah pesta pernikahan? Di mana biasanya resepsi tersebut
digelar?
Biasanya, lokasi
pesta pernikahan tidak akan jauh-jauh dari yang namanya hotel, resort, gedung
megah, dan restoran mewah. Selain itu, pantai dan taman bunga juga jadi pilihan
banyak orang untuk melangsungkan pesta sekali seumur hidup tersebut.
Semua pasangan ingin momen pernikahannya tidak
terlupakan. Berbulan-bulan bahkan sampai setahun sebelum pernikahan, mereka
mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk menyiapkan yang terbaik bagi acara
mereka. Namun, pasangan yang satu ini sepertinya ingin memastikan bahwa
pernikahan mereka bukan cuma tak terlupakan, tapi juga lain dari pada yang
lain.
Pasangan ini, James Sissom (35) dan Ashley Schmieder (32),
pasangan asal California yang rela menempuh jarak ribuan kilo untuk membuat
pernikahan mereka istimewa. Bukan di tepi pantai, bukan di tengah laut, bukan
pula di tengah hutan, James dan Ashley melaksanakan pernikahan mereka di puncak
gunung!
Tidak tanggung-tanggung, puncak gunung yang mereka daki
adalah Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia. Berhari-hari mereka mendaki,
menerjang salju di atas sana, demi bisa mengucap janji suci di puncak
tertinggi.
Pasangan ini menghabiskan waktu setahun lamanya untuk
merencanakan perjalanan spesial mereka. Dingin dan penyakit-penyakit yang
timbul di ketinggian berhasil mereka lawan. Di ketinggian 17.000 mdpl, James
dan Ashley bertukar janji suci.
Melaksanakannya tentu tidak mudah, tapi hal ini merupakan
kesepakatan mereka berdua. Setelah banyak pertimbangan, mereka memutuskan kalau
pernikahan tradisional tidak sesuai dengan mereka karena pasangan ini adalah
pecinta berat olahraga outdoor dan memiliki pengalaman dengan ketinggian hingga
14.000 kaki. Mereka tertarik untuk melakukan sebuah perjalanan yang luar biasa
dan bisa berbagi momen istimewanya dengan keluarga dan teman-teman.
Perayaan pernikahan ini benar-benar tidak biasa. Pasangan
ini membawa baju pengantin ala pernikahan tradisional ke atas sana. Ashley
mengenakan gaun, dan James mengenakan setelan jasnya. Yang lebih unik lagi,
Ashley tetap menggunakan sepatu trekking di balik gaunnya.
Perjalanan mereka diabadikan dengan apik oleh fotografer
khusus yang mereka bawa dari California, Charleton Churchill. Si fotografer
ingin mendokumentasikan pasangan yang menikah, perjalanannya, kebahagiaannya,
rasa lelahnya, perjuangannya, juga chemistry di antara mereka.
Lebih dari itu, si fotografer juga ingin menggambarkan
kontra yang ada di antara pegunungan yang mengintimidasi dengan cinta yang
kecil dan rapuh di antara dua manusia. Luar biasa..
Selain keren, ternyata hasil foto pernikahan James dan
Ashley memiliki filosofi tersendiri. Gimana, girls, apakah kamu terinspirasi
untuk melangsungkan pernikahan dengan cara yang tak
biasa seperti ini?
Sumber: bintang.com
Pasangan Ini Melangsungkan pernikahan di Puncak Gunung Tertinggi!
4/
5
Oleh
Unknown

