Baca Juga
Usai Menabrak 3 Lansia yang Tengah Joging, Perempuan
Ini Berteriak-teriak Histeris, Kenapa Ya??
Suasana
duka tergambar di rumah korban tertabrak mobil, Irawan Soebardi (63) di Jalan
Cemara Barat Dalam IV Nomor 221 Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik Kota
Semarang.
Saat
ditemui Istri korban, Roliah (60), tampak tegar ditinggal suaminya. Ia
menuturkan saat ditrabrak suaminya sedang melakukan aktivitas lari pagi bersama
2 orang temannya.
"Suami
saya tadi mau joging. Ia bangun tadi pagi jam 03.00 untuk melaksanakan tahajud
dan sholat subuh. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00, " tuturnya.
Roliah
mengatakan sekitar pukul 05.30 mendapatkan kabar dari tetangganya bahwa korban
dan dua temanya tertabrak mobil di jalan Meranti Raya. Awalnya sempat tidak
percaya kejadian itu menimpa suaminya.
"Tetanga
saya bilang suami tertrabrak mobil. Namun saya tidak percaya. Tetangga
meyakinkan kembali dengan menyebutkan ciri-ciri celana yang dikenakan korban
bewarna hijau," tuturnya.
Setelah
mendapat informasi, Roliah menelpon anaknya untuk melihat kondisi ayahnya
secara langsung.
"Saya
telepon anak untuk melihat langsung kondisi bapaknya. Saat di Tempat Kejadian
Perkara anak saya masih melihat kondisi bapaknya tergeletak ," ujarnya.
Menurut
informasi yang diterimanya, warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP)
menyebutkan suaminya terpelanting saat ditabrak mobil dan terjatuh.
Setelah
tragedi warga mendengar ada suara teriakan. Warga mengira teriakan itu berasal
dari istri korban.
"Ternyata
yang teriak-teriak histeris adalah wanita yang menabrak korban. Pelaku
sebelum menabrak suami saya juga mau menyerempet warga yang sedang
menyapu," tuturnya.
Roliah
menuturkan evakuasi dilakukan setelah olah TKP. Ketika pemeriksaan selesai
korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina untuk dilakukan perawatan.
Menurutnya,
saat dibawa ke rumah sakit korban masih bernyawa. Namun pihak keluarga belum
mengetahui kondisi korban saat di Rumah sakit.
"Waktu
itu masih simpang siur kondisi korban. Karena simpang siur suami mau dipindah
ke rumah sakit Kariadi. Tapi karena jantung semakin lemah keluarga mengurungkan
niat untuk memindahkan ke Rumah Sakit yang lain. Suami saya meninggal sekitar
pukul 09.00," tuturnya.
Roliah,
menuturkan kebiasaan korban joging dilakukan setelah pensiun dari Kejaksaan
Tinggi Jawa Tengah. Suaminya melakukan aktivitas lari pagi bersama temannya
sesama pensiun.
"Biasanya
joging berenam. Karena yang tiga berhalangan jadi yang berangkat tiga orang
termasuk suami saya, " ujarnya.
Menurut
dia, rute yang dilalui suaminya joging yaitu jalan cemara menuju jalan
karangrejo, jalan Meranti Raya, lalu jalan Jati lalu kembali ke jalan Cemara.
"Kalau
mau berangkat temannya pasti memberikan kode dengan memukul tiang listrik. Ia
selalu memakan buah pepaya sebelum berangkat joging," imbuhnya.
Roliah
tidak memiliki firasat buruk kejadian yang akan menimpa suaminya. Namun, Ia
merasa aneh ketika suaminya tidak memakan buah sebelum joging.
"Saya
anehnya buah pepaya sudah saya kupas kok tidak dimakan kok langsung berangkat,
" tuturnya.
Ia
pasrah akan kepergian suaminya. Korban saat ini telah dimakamkan di Tempat
Pemakaman Umum di daerah Pudak payung Banyumanik pukul 15.30.
"Saya
berharap suami tenang di sana," tandasnya.
Sumber: tribunjateng
Usai Menabrak 3 Lansia yang Tengah Joging, Perempuan Ini Berteriak-teriak Histeris, Kenapa Ya??
4/
5
Oleh
Unknown
