Baca Juga
Astaghfirullah!! Dua Saudaranya Pilih Campakkan Ibu
Tiri, Gadis Malah Setia Merawatnya, Liat yang Dapatkan!
Tak
Bisa dipungkiri, media sosial facebook selalu menjadi wadah tepat dalam
membagikan suatu peristiwa. Terutama dalam membagikan kisah hidup yang sungguh
inspiratif dan penuh pembelajaran.
Dimana banyak pengguna facebook yang tiap harinya
membagikan beragam kisah-kisah tersebut. Seperti kisah satu ini misalnya, yang
menjadi heboh pasca dibagikan ke laman facebook.
Kendati
tak tau siapa yang membuatnya, namun kisah akan memberikan banyak pembelajaran
bagaimana memaknai hidup dan orang tua kita semua.
Berikut
kisahnya bisa dibaca dibawah ini :
Kami tiga bersaudara, saya sendiri perempuan dan dua
kakak laki-laki. Ibu saya sudah meninggal ketika saya berumur 5 tahun, kemudian
ayah mencari/memperisteri seorang ibu tiri untuk kami.
Ibu
tiri kami orangnya baik, lembut dan ramah, perhatian, ia sendiri menderita
kemandulan, jadi begitu dinikahi ayah, kami bertiga pun sangat disayangnya
seperti anak kandung sendiri.
Kesan
saya yang paling dalam terhadapnya adalah, setiap bangun saat musim dingin, ia
selalu tak lupa lebih dulu menghangatkan pakaian saya, kemudian baru
diberikan pada saya.
Jadi, sejak kecil hingga
dewasa, saya selalu menganggapnya sebagai ibu kandung sendiri.Dua saudaranya
semula juga sangat hormat pada ibu tirinya, tapi karena selalu dihasut oleh
kakak iparnya setelah menikah, sehingga lambat laun mereka pun menjauhi ibu
tiri.
Dua tahun lalu, ibu tiri
jatuh tergelincir dari loteng ketika menjaga anak-anak di rumah kakak kedua,
akibatya tulang belakangnya cedera, dan menjadi lumpuh. Setelah ibu tiri lumpuh, kakak kedua kemudian
membawanya kembali ke rumah kami, dan setelah itu tidak peduli lagi. Sejak itu,
ibu tiri dirawat Ayah dan saya.
Tahun lalu, ayah meninggal,
dan saya sendiri telah berbicara tentang pernikahan, namun, nasib ibu tiri kini
menjadi masalah. Kedua saudara saya saling mendorong tidak peduli dengan nasib
ibu tiri.
Mereka bahkan memaksa ibu
tiri pindah dari rumah ayah, dengan alasan itu adalah rumah peninggalan ayah,
jadi sewajarnya dibagi dengan kedua saudaranya.
Selama itu, ibu tiri menangis
setiap hari. Suatu hari ketika saya pulang kerja, saya mencium bau gas. Dan
saya terkejut, kemudian segera membuka pintu, dan saya pun terpaku seketika
melihat pemandangan di dapur.
Entah kenapa dan bagaimana
caranya ibu tiri merayap ke dapur, lalu membuka katup gas. Sementara dia
sendiri terbaring di atas lantai dapur, tak sadarkan diri. Saya panik dan menangis, kemudian bergegas
menghubungi telepon darurat.Setelah menyelamatkan ibu tiri, tak disangka
kalimat pertamanya, “Fanfan, mengapa kamu menyelamatkan saya? Saya tidak ingin
menyusahkan kamu.”
Saya langsung memeluknya,
merasa pilu. Wanita ini telah mempersembahkan masa mudanya untuk keluarga ini,
sekarang dia sudah tua, tapi dipaksa membentur tembok (tidak berdaya karena
tekanan, hingga mengambil jalan pintas), dan saya merasa pilu melihat
kondisinya seperti ini.
Saya bilang, “Bu, mengapa ibu
melakukan hal seperti itu (bunuh diri) ? bukankah masih ada saya ? Saya akan
membawa ibu di hari pernikahan saya, kalau Da Guo (calon suami saya) tidak
setuju, saya tidak akan menikah dengannya !”
Ibu Tiri tersenyum lalu
menangis lagi. Air matanya menetes jatuh di tangan saya, air mata yang terasa
panas mendidih bagi saya.
Da Guo, calon suami saya
adalah sosok orang yang sederhana, setelah saya menceritakan tentang keadaan
ibu tiri, ia tanpa ragu sedikitpun lalu mengiyakan tanda setuju.Di hari pernikahan
itu, saya mendadani ibu tiri secantik mungkin, duduk di atas kursi roda dan
naik ke mobil pengantin bersama saya.
Sebelum berangkat, ibu tiri
bilang mau membawa sesuatu. Dia meminta saya menurunkan fotonya bersama ayah
yang tergantung di atas tempat tidurnya, dan di belakang foto itu saya lihat
ada sebuah kotak mungil. Ia menyuruh mengambil kotak mungil itu, tapi melarang
saya melihat isinya, ia hanya mewanti-wanti saya agar membawanya pada hari
pernikahan.
Di hari pernikahan itu,
tampak banyak kerabat dan teman-teman yang datang, saat sesi menemui orang tua
dari kedua keluarga, ibu tiri mengambil kotak mungilnya.Ibu tiri bilang itu
adalah kado darinya untuk saya. Dan dia menyuruh saya membuka kotak itu di
hadapan para tamu undangan.Saya pun membukanya, di dalamnya ada sebuah cincin
zamrud, dan dua lembar surat wasiat.
Pembawa acara mengambil surat
wasiat itu dan membacanya di hadapan tamu undangan. Satu surat wasiat dari
ayah, yang isinya menyerahkan semua harta bendanya untuk ibu tiri. Sementara
surat wasiat satunya dari ibu tiri sendiri yang isinya mengalihkan semua
hartanya dari ayah untuk saya.Saya tertegun, tidak seharusnya ibu tiri
memberikan hadiah yang mahal ini untuk saya.
Tapi bu tiri mengatakan,
cincin zamrud itu adalah warisan dari leluhurnya, meminta saya harus
menerimanya, dan dengan khidmat mengatakan sebait kata, “Kamu pantas menerima
semua itu.”Sementara itu, dua saudara laki-laki dan kakak ipar saya seketika
tercengang di bawah podium."
Pembelajaran penting disini,
bagaimana kita harus selalu berbuat baik terutama kepada orang tua. Mau itu
orang tua kandung atau tiri, tetap bagian keluarga yang harus dijaga. Setiap
balasan tak harus melulu materi, sebab berkah dapat berupa bentuk pertolongan
lainnya.
Semoga kalian bisa ambil hikmah
dari kisah ini ya, gaes!!
Sumber: tribunsumsel
Astaghfirullah!! Dua Saudaranya Pilih Campakkan Ibu Tiri, Gadis Malah Setia Merawatnya, Liat yang Dapatkan!
4/
5
Oleh
Unknown
