Baca Juga
Bikin Haru!! Pria Ini Sempat akan Jual Rumah untuk
Biaya Anaknya, Ternyata Malah Begini…
Rochayani berhasil mewujudkan mimpinya untuk menyandang status
mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui program Beasiswa Bantuan
Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) dari Kementerian Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Rochayani merupakan anak kedua Suprapto,
seorang penyadap karet di Desa Jongkong, Kel. Plalangan, Kec. Gunungpati, Kota
Semarang.
"Alhamdulilah dapat melanjutkan kuliah di Jurusan
Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Universitas Negeri Semarang jalur SNMPTN.
Saya memiliki cita-cita untuk menjadi guru agar dapat bermanfaat untuk
sesama," Kata Rochayani sambil menunjukan Kartu Tanda Mahasiswa yang telah
diperolehnya.
Ia menambahkan, keinginannya untuk melanjutkan ke perguruan
tinggi sempat diragukan oleh kedua orangtuanya karena ketidakadaan biaya.
Suprapto (50), ayah Rochayani adalah seorang penyadap karet yang
berpenghasilan Rp 37.000 rupiah per hari. Sedangkan sang ibu, Slamet Suswati
sehari-hari juga membantu suaminya menyadap karet dengan penghasilan yang sama.
"Ketika Rochayani bilang pingin kuliah dengan beasiswa,
cuma bisa berdoa semoga Allah mengijabah doa anak saya," kata Suprapto
ditemui Tribun Jateng (31/5).
Suprapto mengaku, jika
Rochayani gagal mendapatkan beasiswa bidikmisi, ia berniat ingin menjual rumah
untuk membiayai kuliah putrinya di Universitas Negeri Semarang.
"Saya punya niat untuk
menjual rumah, agar Rochayani dapat sekolah tinggi biar bisa jadi guru,"
katanya sambil sesekali mengusap air mata.
Slamet Suswati, ibu rochayani mengatakan jika buah hatinya
memiliki keinginan yang kuat untuk sekolah.
"Saya tidak pernah menyuruh Rochayani belajar. Dia anak
yang mandiri dan bekerja keras. Setiap libur sekolah mau membantu ibu dan
bapaknya menyadap karet," Kata Slamet Suswati sambil bergelimang air mata.
Gadis alumnus SMAN 12 Semarang 2017 ini mengaku, sedari kelas
tiga di SMPN 22 Semarang sering ikut partime di pemancingan Ngerembel Asri
untuk meringankan beban kedua orangtuanya dalam membiayai sekolah.
"Sering ikut partime jadi pramusaji di pemancingan
Ngerembel Asri setiap hari libur sekolah. Dari kerja partime tersebut per hari
mendapat upah Rp 37.000," kata Rocyahani.
Meskipun harus membagi waktu antara membantu orang tua dan
bekerja, Rochayani tetap berprestasi selama sekolah.
"Pernah mengikuti lomba OSN geografi tingkat Kota
Semarang," ujarnya.
Kedua orangtua Rochayani mengaku bangga dengan prestasi yang
telah diraih putrinya. Mereka berharap kelak anaknya dapat bersekolah
bersungguh-sungguh dan berprestasi agar dapat membalas kebaikan orang-orang
yang membantu mewujudkan mimpi putrinya.
Sumber: tribunjateng
Bikin Haru!! Pria Ini Sempat akan Jual Rumah untuk Biaya Anaknya, Ternyata Malah Begini…
4/
5
Oleh
Unknown

